Kenapa Mayoritas Produk Untuk Kulit Berjerawat Mengandung Salicylic Acid?

Salicylic Acid, pasti kamu tidak asing dengan kandungan ini dalam skincare dan perawatan tubuh lainnya kan? Selain bermanfaat untuk perawatan kulit wajah, kandungan ini juga bisa digunakan untuk perawatan kulit kepala loh.

Salicylic acid merupakan salah satu jenis obat keratolitik yang dapat menghilangkan lapisan keratin di luar kulit. Kandungan yang satu ini termasuk sebagai karbohidrat kompleks yang berasal dari pohon dedalu, yang dalam Bahasa Latin-nya disebut sebagai Salix.

Salicylic Acid mampu menembus ke dalam permukaan kulit dan pori-pori sehingga sangat efektif untuk membersihkan kulit. Kandungan ini bahkan disebut-sebut sebagai kandungan terbaik untuk mengatasi kulit yang berjerawat.

Ternyata Ini Dia Alasannya!

1.Salicylic Acid Adalah BHA yang Paling Direkomendasikan Oleh Dermatologis


Salicylic acid merupakan salah satu jenis BHA yang paling banyak direkomendasikan oleh dermatologis untuk mengatasi jerawat. Hal itu disebabkan karena salicylic acid ini mengandung ukuran molekul yang lebih besar daripada jenis asam lainnya. Hal ini membuat salicylic acid akan terasa lembut saat dipakai dan tidak menimbulkan iritasi.

Menurut pendapat saya pribadi, manfaat salicylic acid paling terasa ketika saya menggunakannya dalam produk yang berbentuk obat totol jerawat dan toner. Saya bisa langsung merasakan manfaatnya dalam waktu 1-2 minggu saja.

3. Salicylic Acid Terbukti Ampuh Bersihkan Pori Yang Kotor

source: https://cantik.tempo.co/read/823711/hindari-memencet-komedo-blackhead-akibatnya-fatal
Tiga penyebab utama munculnya jerawat di wajah adalah hormon, produksi minyak yang berlebihan dan tersumbatnya pori-pori sehingga kotoran terjebak di dalam pori-pori kulit kita.

Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa memanfaatkan salicylic acid. Salicylic acid bisa membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat dan menyebabkan jerawat.

Selain itu, salicylic acid ini paling efektif dalam mengatasi blackhead dan whitehead alias komedo. Salah satu cara yang bisa kamu coba adalah membuat pasta dari asppirin yang memiliki kandungan salicylic acid yang tinggi.
[clink url=”https://beautykosme.com/1841/”]

4. Salicylic Acid Adalah Exfoliator Yang Lembut

source: https://glitzmedia.co/post/leisure/journal/6-manfaat-perawatan-eksfoliasi-menggunakan-scrub
Salicylic acid bisa digolongkan ke dalam proses keratolytic medication, sehingga cocok digunakan sebagai exfoliator. Keratolytic medication ini akan membuat kulit lebih lembut dan mengangkat sel kulit mati.

Selain itu, salicylic acid juga akan membersihkan pori-pori yang tersumbat dan mengurangi produksi minyak berlebih di wajah yang sering jadi penyebab tersumbatnya pori-pori.

5. Salicylic Acid Cocok Untuk Melakukan Deep Cleansing

source: https://www.advancedskincarespaandsalon.com/our-services/spa-services/
Ya, salah satu fungsi salicylic acid adalah merenggangkan dan menghancurkan desmosomes, sejenis bagian yang melekat antara jaringan sel di lapisan terluar kulit. Hal ini akan mendorong proses eksfoliasi kulit dan membuka pori-pori.

Selain itu, asam ini juga bersifat lipophilic yang memungkinkannya melakukan penetrasi ke dalam sel kulit, bahkan ke dalam pori-pori yang tersumbat, sehingga memungkinkan terjadinya deep cleansing.

Bukan hanya itu, salicylic acid juga akan mengurangi produksi minyak dan sebum di wajah sehingga akan meminimalisir munculnya jerawat. Salicylic Acid juga bersifat sebagai anti-inflamasi yang akan membantumu melawan jerawat dan kemerahan di wajah.

Perhatikan Ini Sebelum Melakukan Perawatan dengan Salicylic Acid

source: https://www.vemale.com/topik/perawatan-tubuh/112096-tips-keringkan-wajah-dengan-handuk-agar-kulit-tak-iritasi.html
Wajar ya kalau kandungan Salicylic Acid ini disebut sebagai kandungan terbaik untuk mengatasi jerawat. Manfaatnya ternyata beragam banget, tidak hanya mengatasi peradangan dan membunuh bakteri penyebab jerawat. Kandungan ini bahkan bisa membersihkan secara mendalam dan juga sebagai ekfsfoliator.

Yang harus diperhatikan adalah penggunaan kandungan ini tidak boleh dibarengi dengan kandungan yang bersifat brightening atau whitening karena akan menjadi kontradiktif. Selain menurunkan khasiatnya, hal tersebut juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit.

Selain itu, karena sifatnya yang mengeksfoliasi, penggunaanya tetap harus dibatasi. Kalau kulitmu termasuk yang jenisnya kering, kandungan Salicylic Acid sebanyak 0,5 – 2% sudah cukup. Jika kulitmu berminyak dan berjerawat, kamu diperbolehkan menggunakan produk yang kandungan Salicylic Acidnya sampai 5 – 10% dalam perawatan harianmu.