Skincare Diet untuk Kulit Berminyak

Mungkin kamu pernah merasa “kok produknya gak ngefek ya? Padahal ini produk yang dirave banyak orang, katanya bagus?”

Nah, kemungkinannya ada dua nih, bisa jadi kamu gak cocok sama produknya atau terlalu banyak menggunakan berbagai jenis produk skincare di wajah sehingga kamu sulit untuk mengidentifikasi apakah produk yang kamu gunakan bekerja dengan baik di kulitmu.

Salah satu tanda bahwa kulit kita membutuhkan skincare diet adalah saat kita mulai merasa bahwa produk-produk yang biasa kita gunakan mulai tidak memberikan efek apapun pada kulit kita.

Pada dasarnya, skincare diet itu adalah menyingkirkan produk-produk yang sebenernya gak diperlukan oleh kulit kita. Dengan kata lain, kita menyederhanakan rutinitas skincare kita cukup sesuai dengan apa yang kulit kita butuhkan dan gak perlu sampai berlapis-lapis.

Nah, berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan skincare diet bagi kamu yang memiliki kulit berminyak. Disimak ya!

1. Are You Putting Too Much Product?

Berdasarkan tekstur dan fungsi dari produk yang kamu gunakan, jumlah yang digunakan pun harus disesuaikan. Contohnya, kamu gak bisa menggunakan toner dan serum dalam jumlah yang sama.

Hal ini disebabkan karena toner memang memiliki fungsi yang berbeda dengan serum. Gak mungkin kamu menggunakan toner setetes dua tetes seperti menggunakan serum, gak mungkin juga kamu menggunakan serum sebanyak kamu menuangkan toner ke telapak tangan atau kapas.

Mengaplikasikan terlalu banyak produk membuat kulit jadi kesulitan menyerap nutrisi dari setiap produk yang digunakan. Bisa juga malah membuat pori tersumbat dan menimbulkan jerawat karena tidak bisa terserap dengan sempurna oleh kulit. So, it’s better small amount in layers!

2. Pilih Produk Pembersih yang Bisa Mengontrol Sebum

Jangan pilih produk yang melembabkan seperti produk-produk yang mengandung ceramide karena kemungkinan besar kulit akan kesulitan menyerap produk. Hal ini disebabkan karena di lapisan kulit teratas pun sudah terdapat minyak yang diproduksi secara alami oleh kulit kita.

Kamu bisa memilih produk yang memiliki kandungan salicylic acid dan clay yang memang sudah terbukti bagus untuk mengontrol produksi sebum di kulit.

3. Hindari Toner yang Memiliki Kandungan Alkohol

Emang, menggunakan toner yang mengandung alkohol itu sedap-sedap gimana gitu ya kalau uuntuk pemilik kulit berminyak. Rasanya adem dan wajah langsung terasa bersih gitu.

Sayangnya, alkohol itu sebenarnya malah bikin kulit memproduksi minyak makin banyak sekaligus merusak skin barrier kita lho. Kulit bisa jadi lebih sensitif dan lebih mudah jerawatan serta iritasi.

Saran saya, lebih baik pilih toner yang hydrating tapi tetap ringan dan pH seimbang. Dengan pH kulit yang seimbang juga sebenernya membantu kulit untuk memproduksi sebum secukupnya sesuai kebutuhan kulit lho!

4. Keep Your Face Temperature Cool!

Ini merupakan salah satu kunci untuk menjaga agar produksi minyak tidak berlebih sih! Kalau muka panas bikin pori besar dan produksi minyak berlebih.

Gunakan serum yang memberikan efek calming dan cooling effect dengan komposisi minyak yang sedikit untuk serum pagi. Kalau malem gak masalah menggunakan serum apa aja karena biasanya suhu tubuh kita akan menurun di malam hari.

Jangan lupa untuk selalu sedia face mist yang memiliki cooling effect supaya tetap bisa menjaga suhu wajah di siang hari saat terpapar sinar matahari ya.

5. Jangan Pernah Skip Pelembab!

Meskipun kulit udah berminyak jangan skip pelembab karena kulit bakal memproduksi sebum lebih banyak lagi. Bisa jadi kulit kamu juga mengalami dehidrasi dimana kulit kamu tamoa berminyak tapi sebenarnya lapisan kulit dalamnya kering.

Jadinya kulit terus menerus berusaha memproduksi minyak untuk memenuhi kebutuhan kulit akan kelembaban alami, tapi jadinya malah lapisan kulit terluarnya terlihat seperti kilang minyak.

Saran saya hindari produk pelembab yang bertekstur cream, lebih baik memilih produk yang teksturnya gel, lotion atau pelembab yang berbahan dasar air sehingga cepat meresap dan tetap terasa nyaman di kulit.