Sebelum Memilih Perawatan, Ketahui Dulu Jenis Jerawat yang Sedang Kamu Alami!

Kamu udah tau belum kalo jerawat itu ternyata memiiki beberapa jenis? Dan ternyata, jika perawatannya tidak tepat sesuai dengan jenisnya malah justru bisa memperburuk kondisi jerawat dan kulitmu lho!

Mungkin kamu sekarang lagi jerawatan, tapi kamu udah tau belum jerawat apa yang sekarang lagi nangkring di wajahmu? Perawatan yang kamu lakukan sudah terasa memberikan efek ke jerawat-jerawat tersebut belum?

Jangan-jangan, perawatan yang selama ini kamu lakukan gak terlalu ngefek karena kamu salah pilih perawatan. Setap jenis jerawat memiliki cara perawatan yang berbeda lho, jadi penting untuk mengetahui dulu jenis jerawat yang kamu alami.

Nah, makanya daripada bingung-bingung lagi, yuk disimak artikel kali ini! Aku bakal bahas beberapa jenis jerawat yang umum terjadi dan bagaimana cara penanganannya. Say no more to wrong treatments, Here we go!

1. Blackhead dan Whitehead

Blackhead dan Whitehead alias Komedo adalah jenis jerawat yang paling dasar. Komedo biasanya muncul saat minyak, sel kulit mati bercampur dan menyumbat pori. Residu dari skincare atau makeup yang tidak dibersihkan secara menyeluruh juga jadi pemicu munculnya komedo.

Komedo bisa menyebabkan benjolan yang seringkali disebut juga dengan milia. Biasanya muncul di area sekitar mata. Jika komedo tetap berada di bawah kulit maka disebut dengan komedo tertutup.

Biasanya komedo tertutup baru akan keluar jika kita melakukan ekstraksi yang menekan pori. Dari pori biasanya akan keluar benda dengan konsistensi agak kental dan berminyak, itulah yang disebut komedo putih atau whitehead.

Nah, kalo kamu perhatikan seringkali terdapat bintik hitam di hidung. Itu yang disebut dengan komedo hitam atau blackhead. Berbeda dengan komedo putih yang tertutup di dalam kulit, komedo hitam justru merupakan komedo terbuka.

Bagian atas komedo muncul ke permukaan kulit yang kemudian kandungan minyaknya bereaksi berupa oksidasi karena kontak dengan udara. Jadi anggapan bahwa warna hitam dari blackhead berasal dari debu itu tidak benar ya girls.

2. Papula

Papula ini merupakan bentuk lanjutan dari komedo. Komedo sendiri merupakan hasil dari penyumbatan minyak dan sel kulit mati yang menumpuk di pori-pori kulit.

Nah ketika pori-pori kita terinfeksi oleh bakteri penyebab jerawat, maka akan jadilah papula. Papula sendiri biasanya akan hilang dengan cepat, mungkin sekitar 3-4 hari. Biasanya akan menimbulkan warna merah di sekitar jerawat namun tidak memberikan rasa sakit meskipun sedang meradang.

Tapi, meskipun kecil dan cepat sembuh, papula tetap tidak boleh dipencet karena papula berpotensi meninggalkan noda bekas jerawat yang pigmentasinya lumayan dalam. Noda bekas jerawat yang ditinggalkan oleh papula biasanya berwarna merah terang hingga coklat muda.

3. Pustula

Pustula atau Pustules juga merupakan komedo yang meradang akibat infeksi dari bakteri penyebab jerawat. Pustula merupakan bentuk lanjutan dari papula tadi.

Sama seperti papula, pustula juga akan muncul dengan warna kemerahan dengan mata putih. Bedanya, papula biasanya berukuran lebih besar dan memiliki efek rasa sakit yang lebih daripada papula.

Pustula biasanya dipenuhi dengan nanah yang biasanya bikin gregetan karena gemas ingin memencet dan mengeluarkan nanah tersebut.
Pustula yang dipecahkan bisa menyebabkan luka parut yang dalam sehingga tekstur kulit akan terasa kasar meskipun secara kasat mata tidak ada terlihat acne scar atau yang biasa kita sebut bopeng.

Noda bekas jerawat yang ditinggalkan oleh pustula biasanya berwarna merah gelap hingga coklat gelap.

4. Nodul

Nodul merupakan bentuk lanjutan dari bentuk jerawat pustula. Nodul sudah dikategorikan ke dalam masalah jerawat yang serius dan harus dikonsultasikan ke dokter kulit. Penanganan yang sembarangan tanpa panduan medis hanya akan memperburuk kondisi jerawat ini.

Nodul biasanya terbentuk di bawah kulit kemudian menjadi komedo besar yang meradang dan mengeras. Biasanya peradangan juga memberikn efek rasa sakit ketika disentuh.

Nodul biasanya hanya berbentuk benjolan dan seringkali tidak memiliki mata sehingga tidak bisa dipencet dan dikeluarkan nanahnya. Ketika nodul sudah sembuh, biasanya tidak meninggalkan jaringan parut seperti pustula karena nodul berada di bawah kulit. Namun biasanya nodul akan meninggalkan bekas berwarna kecoklatan atau hitam.

Jika mengkonsultasikan masalah jerawat nodul ke dokter kulit biasanya akan diresepkan antibiotik oral (yang diminum) dan obat oles jerawat tertentu.

5. Cystic Acne

Cystic Acne atau yang biasa disebut jerawat batu mirip seperti nodul tetapi berukuran lebih besar, dan terbentuk jauh di dalam kulit dan dipenuhi dengan cairan jernih atau nanah.

Jerawat batu ini merupakan bentuk lanjutan dari nodul dan bisa disebut sebagai raja dari jenis-jenis jerawat yang daritadi aku sebutkan. Namun berbeda dengan nodul, jerawat batu ini biasanya tidak keras dan cenderung lunak.

Namun, biasanya area peradangan akibat jerawat sekitar 2-3cm dari jerawat sehingga seringkali menyebabkan pembengkakan dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa ketika disentuh.

Jerawat batu memang berada di bawah kulit namun lokasinya lebih dalam daripada nodul sehingga ketika sembuh beresiko meninggal luka jaringan parut yang sangat dalam. Biasanya luka tersebut kita sebut dengan bopeng.

Cystic Acne ini sudah dikategorikan ke dalam masalah jerawat yang serius dan harus dikonsultasikan ke dokter kulit. Jangan sampai asal dalam melakukan perawatan untuk jenis jerawat ini karena hanya akan emperburuk kondisi kulitmu.

Nah itu dia 5 jenis jerawat yang biasanya ada di kulit kita. Sekarang tinggal cari perawatan yang tepat untuk jenis jerawatmu deh!