Takut Gak Cocok? Coba Dulu Cara Ini Untuk Menguji Apakah Produk Skincare Memberikan Reaksi Negatif Pada Kulitmu!

Sebagai orang yang suka coba-coba produk skincare, saya sering melakukan yang namanya patch test. Ini bukan hal baru, tapi sayangnya sering dicuekin sama kita-kita yang suka mencoba-coba produk skincare.

Patch test sendiri sebenarnya adalah cara untuk mencari tahu apakah kulit kamu bereaksi negatif terhadap salah satu kandungan dalam produk yang kamu coba.

Caranya gampang, cukup dengan mengoleskan produk yang baru pertama kali dicoba pada beberapa bagian saja, tidak sekaligus di seluruh wajah.

Nah skincare patch test nggak hanya untuk kulit sensitif dan acne-prone saja lho, tapi untuk kamu yang katanya ‘kulit badak’ juga harus coba karena kita tidak akan pernah tahu kapan kulit kita tidak cocok dengan suatu produk.

Reaksi Negatif Apa Saja yang Bisa Diuji dengan Skin Patch Test Ini?

1. Reaksi Alergi


Untuk kamu yang kulitnya sensitif dan sering mengalami reaksi alergi, kamu bisa coba mengoleskan produk skincare yang mau kamu coba di bagian leher belakang telinga.

Test di area ini juga biasa digunakan saat kita mau mencoba produk untuk rambut karena memang bagian ini cukup sensitif.

2. Iritasi

Untuk bisa mengetahui apakah produk skincare yang akan saya coba memiliki kemungkinan mengiritasi kulit saya, biasanya saya oleskan dulu di area wajah yang paling sensitif.

Kalau saya seringkali mengalami iritasi di bagian bibi dan cuping hidung, jadi saya oleskan di bagian itu dulu sebelum saya cobain ke seluruh wajah.

Ini gak baku lho yah, karena area sensitif pada wajah orang itu bisa beda-beda. Saya sendiri suka pindah-pindah area sensitifnya, kadang di sekitar dagu, kadang di area pelipis.

Jadi kamu harus punya catatan sendiri soal area sensitif pada wajahmu ya!

3. Potensi Comedogenic

Nah, saya paling sering melakukan skincare patch test untuk mengetahui apakah produk yang akan saya coba mengandung bahan-bahan yang membuat pori-pori saya tersumbat. Secara, kulit saya ini acne prone meskipun sudah tidak lagi berminyak.

Saya biasa menguji dengan cara mengoleskan produk yang akan saya coba di bagian yang paling sering tersumbat pori-porinya. Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah area hidung saya.

Kadang saya coba juga di area kening karena area kening saya juga paling cepat bereaksi dengan munculnya bruntusan komedo putih saat saya menggunakan produk yang comedogenic dan menyumbat pori.

Berapa Lama Sih Waktu yang Diperlukan untuk Skincare Patch Test Ini?

Sebenarnya kalau saya baca itu biasanya disarankan sekitar 24-48 jam saja sudah cukup untuk mengetahui apakah skincare yang akan saya coba ini memberikan reaksi negatif pada kulit saya.

Tapi karena saya punya masalah dengan trust issue (alah, bilang aja saya orangnya gak percayaan haha), saya biasa melakukan skincare patch test ini selama 3 hari beturut-turut.

Selama 3 hari itu saya disiplin mengoleskan skincare di area tersebut.Hasilnya? Biasanya di hari ketiga mulai kelihatan, kalau ada reaksi kulit memerah dan gatal yang berkepanjangan, berarti saya tidak cocok dengan produk tersebut.

Sebaliknya, kalau tidak ada reaksi apa-apa ya berarti produk tersebut bisa diterima oleh kulit saya. Jadi, biar aman ikuti cara saya aja ya!^^

Nah, yang paling penting adalah jangan pernah lupa untuk mencatat kandungan apa saja yang sudah kamu uji dan sekiranya memberikan reaksi negatif pada kulit kamu. Dengan begitu kamu jadi akan lebih mengenali kulitmu sendiri deh! 😀